Sejarah

Teknik Industri Universitas Jenderal Soedirman melalui serangkaian proses panjang. Awalnya program studi ini adalah program studi D3 yang merupakan hasil kerja sama Fakultas Teknik Unsoed dengan PT.Holcim Indonesia. Kemudian dalam rangka pendirian prodi S1 Teknik Industri dilakukanlah studi banding ke Program Studi Teknik Industri Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan dilaksanakan pada tahun 2011.

Tujuannya adalah agar Program Studi Teknik Industri Universitas Jenderal Soedirman memiliki karakteristik khusus yang membedakan dengan
Teknik Industri yang sudah ada. Hasil yang diperoleh adalah kebutuhan Teknik Industri yang belum terpetakan, yaitu Teknik Industri yang sesuai dengan kearifan lokal. Studi banding ini juga sebagai langkah persiapan workshop pendirian dengan mengundang narasumber dari
institusi yang dikunjungi.

Workshop Pendirian Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Jenderal Soedirman dipersiapkan oleh Panitia Workshop Rencana Pembelajaran Program Studi S1 Teknik Industri sesuai Surat Keputusan Rektor Nomor Kept. 348/UN23/PP.04.00/2012 tertanggal
12 April 2012. Workshop dilaksanakan pada Selasa, 08 Mei 2012 di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Hadir sebagai pembicara workshop adalah M.K. Herliansyah, ST., MT., Ph.D, selaku praktisi universitas dari Universitas Gadjah Mada Program Studi Sarjana Teknik Industri Universitas Jenderal Soedirman dan Dr. Sri Gunani Pratiwi selaku ketua Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri Indonesia (BKSTI) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Hadir pada
workshop ini perwakilan pemerintah daerah yaitu Kepala Dinas Disperindagkop dan UMKM sekaresidenan Banyumas, yaitu Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen (Barlingmascakeb), UPTD Logam Purbalingga, perwakilan dunia industri dari
PT. Holcim, Pimpinan Universitas, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dekan Fakultas Sains dan Teknik, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan (AKK) dan Kepala Biro Administrasi Perencanaan, Sistem Informasi dan Hubungan Masyarakat (BAPSIH) dan
tamu undangan.

Pada workshop tersebut, Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Edy Yuwono menyampaikan harapan berdirinya program Studi S1 Teknik Industri dapat mendukung visi dan misi pengembangan sumber daya pedesaan dan kearifan lokal, dalam hal ini industri
manufaktur kecil dan menengah, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah Barlingmascakeb (Kab. Banjarnegara, Kab. Purbalingga, Kab. Banyumas, Kab. Cilacap, dan Kab. Kebumen). Perkembangan industri kecil dan menengah (IKM) khususnya
industri manufaktur secara otomatis akan meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitarnya. Hal ini terjadi karena industri kecil umumnya berkembang dengan adanya semangat kewirausahaan lokal dan lebih mengutamakan pemanfaatan input bahan baku dan tenaga
kerja lokal sehingga keberadaan industri kecil ini dapat berpotensi sebagai penggerak tumbuhnya kegiatan ekonomi lokal suatu wilayah.